Hadiah Akhir Tahun, Famtrip Banjarnegara

Tanggal 10-12 November 2017, aku mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Famtrip blogger dan media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Sebuah keberuntungan bisa bergabung dengan blogger dari berbagai daerah. Aku bersama 35 peserta yang terdiri dari blogger, jurnalis, dan fotografer bersiap mengexplore potensi wisata Kabupaten Banjarnegara.

Hari pertama, Jumat 10 November 2017
1. The Pikas Adventure

Peserta Famtrip Banjarnegara, @bajalananblog

Continue reading “Hadiah Akhir Tahun, Famtrip Banjarnegara”

Desa Wisata Winong, Alternatif Wisata Ramah Anak

Silakan, Mbak. Duduk dulu, Pak Warno sedang dalam perjalanan ke sini.” Mbak Eni menyambut kedatangan aku bersama teman-teman Banjarnegara Tourism di depan warung Attaprata , warung sederhana yang didirikan oleh Pokdarwis Dewi Sri sebagai fasilitas penunjang wisata tubing dan outbound anak. Dengan wajah ceria, beliau menyalami kami satu per satu.

Betapa bahagianya kami mendapat sambutan yang begitu hangat dan istimewa. Dan ini kami dapat tiap kali datang ke Desa Wisata Winong. Ya, tiap kali karena ini bukan kali pertama kami datang ke Desa Wisata Winong. Kalau tidak salah ingat, sudah tiga kali ini kami silaturrahim untuk sebuah tujuan yaitu pemetaan wisata. Dengan suguhan utama keramahan, semacam ada rasa yang tertinggal di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.

TUBING ANAK DI BANJARNEGARA
rute tubing…

Continue reading “Desa Wisata Winong, Alternatif Wisata Ramah Anak”

Jangan Datang ke Bukit Asmara Situk

Selamat datang di tulisan perdana saya di blog yang dibuat secara kolektif untuk mengabarkan ke dunia bawhasanya Banjarnegara itu benar-benar “Ada”. Nah tulisan perdana ini sedikit nepotisme, saya tulis seputar kampung halaman sendiri karena kebetulan saya lahir di dusun Siweru desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Judul ‘Jangan Datang ke Bukit Asmara Situk’ mungkin menjadi pro kontra, akan terjadi kontra jika tulisan ini tidak dibaca dengan lengkap hingga bagian akhir.

Nah pertama kali saya ingin membahas kata “jangan” yang selama ini menjadi lawan secara psikologi, dimana seseorang terutama anak-anak akan melawan kata jangan. Contoh: seorang Ibu berkata “kamu jangan buka lemari itu ya nak!” kepada anaknya. Kemudian dalam benak si anak akan timbul rasa penasaran yang begitu membara, kenapa si anak tidak boleh buka lemari itu. Ada apa di dalam lemari?, hingga akhirnya rasa penasaran semakin menguat. Akhirnya perintah “jangan buka lemari” justru ia lawan, dan ia membuka lemari tersebut.
Mungkin ini salah satu alasan saya menuliskan judul menggunakan kata “Jangan”, harapannya akan dilawan oleh pembaca sehingga berdatangan para pembaca ke Bukit Asmara Situk.

Bukit Asmara Situk itu apa ?

Bukit Asmara Situk ya bukit biasa layaknya bukit-bukit yang lainnya di Nusantara. Bukit yang diberikan Tuhan untuk dimanfaatkan secara baik agar lebih memiliki nilai/manfaat. Warga kampung kami memanfaatkan bukit tersebut sebagai salah satu tempat wisata yang bisa menarik banyak pengunjung hingga berdampak baik untuk masyarakat setempat, perputaran ekonomi sedikit terbantu dengan adanya obyek wisata tersebut.

Ada apa saja di Bukit Asmara Situk ?

Banyak banget, kalau dituliskan di sini bakalan penuh dan sepertinya tidak cukup. Pun juga nanti jadi males baca, misal saya tulis; ada rumput, ada tapak sendal, ada ikat rambut jatuh, ada karet bekas nasi rames, dll. Nah kan kalau ditulis semua bikin bosen. Solusi biar ga bosen ya dengan cara datang langsung ke Bukit Asmara Situk, serius deh, buktikan !

Bukit Asmara Situk, Kalilunjar

Review Kafe Serabine.co

TIM SERABINE

“Sebagai permulaan, ini semacam¬†teaser.¬†Cek ombak, apakah menu Serabi diminati oleh masyarakat Banjarnegara, khususnya.” Ujar Mas Galih, owner Serabine, saat sharing tentang jajanan tradisional serabi yang menjadi menu utama di Kafe Serabine.co.

Dan ternyata, Kafe ini tergolong ramai pengunjung. Kami sudah membuktikannya Sabtu (07/10) lalu bersama @Vinslog. Tidak hanya anak muda saja yang datang dan pergi silih berganti. Terlihat beberapa orang tua yang datang bersama keluarganya. Mbak Herni, misalnya. Perempuan yang saat ini aktif bekerja di Politeknik Banjarnegara mengaku, sudah dua kali ke Serabine. Menurutnya, Kafe ini cukup nyaman dan asyik buat family time bareng suami dan kedua anaknya. Continue reading “Review Kafe Serabine.co”