Sekolah Inspirasi Pedalaman Berbagi Keceriaan Di Kalibening, Banjarnegara

Salam, ini adalah tulisan kedua saya di bloggerserayu.com, setelah dulu menulis sebuah tulisan berjudul “Jangan Datang ke Bukit Asmara Situk“, kini saya ingin menulis cerita perjalanan ke Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara bareng temen-temen SIP (Sekolah Inspirasi Pedalaman).

Sabtu, 5 Mei 2018 kami bergegas dari Banjarnegara (start dari Sekre SIP) pukul 06:00 WIB menuju SDN 2 Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara. Menggunakan sepeda motor dengan menempuh jalur yang cukup menyenangkan yaitu via Gripit melewati beberapa jalur ekstrem yang cukup indah pemandangan alam kanan kirinya. Perjalanan kami tempuh kurang lebih sekitar 50-60 menit.

Setibanya di SDN 2 Kasinoman ini, kami disambut meriah oleh adik-adik dari TK hingga kelas 3 SD yang begitu ceria walaupun masih dalam suasana yang cukup berkabung paska terjadinya gempa bumi yang menimpa desa sekitarnya pada 18 & 20 April 2018.

Kak Eta bersama adik-adik SD N 2 Kasinoman

Pertama kali datang, saya berbincang dengan beberapa adik-adik di sana, menanyakan kabar mereka, kemudian menanyakan beberapa pertanyaan sepele seperti, sudah makan belum? tadi sarapan apa? hingga pertanyaan seperti kamu cita-citanya mau jadi apa? kamu pengin jadi petani ga? dan lain sebagainya. Yang luar biasa di sini adalah semangat adik-adik di SD Negeri 2 Kasinoman ini lebih daripada SD/ MI yang pernah saya kunjungi bersama SIP, entah kenapa di sini ada energi lebih dari mereka, ini menjadi semangat baru temen-temen relawan SIP yang pada saat penerjunan di SD Negeri 2 Kasinoman ini banyak relawan baru, banyak relawan yang pertama kali gabung dengan kegiatan SIP.

Kak Titin & Kak Wahyu mengajarkan senam ceria ke adik-adik

 

Apa Saja Kegiatan Sekolah Inspirasi Pedalaman Banjarnegara ?

Ada beberapa kegiatan yang biasa dilakukan SIP ketika datang ke sekolah-sekolah yang ada di Banjarnegara, diantaranya yaitu:

  1. Bermain bersama : bermain bersama adik-adik di sekolah yang dikunjungi, membuat permainan-permainan seru yang cukup edukatif dan tentunya berusaha untuk menyenangkan adik-adik di sana.
  2. Mendongeng : dalam penerjunan SIP ke sekolah-sekolah baik SD maupun MI, para relawan SIP biasanya mendongen kisah-kisah inspiratif, paling sering dilakukan adalah untuk adik-adik TK hingga kelas 2 SD, karena jika kelas 3 ke atas, sudah jarang sekali mau mendengarkan dongeng.
  3. Menginspirasi : penerjunan SIP sesuai dengan namanya yaitu Sekolah Inpirasi Pedalam, relawan SIP juga menginspirasi adik-adik di Sekolah yang didatangi, menginspirasi dengan menceritakan tokoh-tokoh inspiratif atau dengan mendatangkan inspirator langsung. Pernah di salah satu kegiatan, SIP mendatangkan dokter, fotografer, wakil bupati, apoteker, wartawan lengkap dengan atribut masing-masing karir guna memberi gambaran kepada adik-adik di sana tentang karir yang nantinya bisa dipilih.

Mungkin 3 poin tersebut yang menjadi acuan SIP saat penerjunan, masih banyak kegiatan lain seperti bersih sampah bersama, menanam pohon bersama, dan lain sebagainya. Jika ditulis di sini sepertinya jadi tidak mengundang penasaran pembaca, dengan rasa penasaran dan keingintahuan tersebut, saya harap nantinya pembaca tertarik untuk gabung menjadi relawan saat penerjunan SIP berikutnya. Untuk info tentang SIP silakan ikuti akun sosial media twitter & instagram @sipbanjarnegara dan kunjungi laman sekolahinspirasi.org .

kegiatan bermain di luar ruangan
Pak Ganjar member bloggerserayu.com juga aktif di SIP
ini sedang mendongeng, kakak yang satu ini eksresif banget
adik-adik masih bersemangat belajar walaupun di tenda pengungsian

Masih banyak cerita yang tidak saya tuliskan di sini, simak saja beberapa kegiatan SIP yang sempat didokumentasian dalam bentuk audio visual, barangkali bisa lebih bercerita dibanding tulisan saya ini.

 

Jangan Datang ke Bukit Asmara Situk

Selamat datang di tulisan perdana saya di blog yang dibuat secara kolektif untuk mengabarkan ke dunia bawhasanya Banjarnegara itu benar-benar “Ada”. Nah tulisan perdana ini sedikit nepotisme, saya tulis seputar kampung halaman sendiri karena kebetulan saya lahir di dusun Siweru desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Judul ‘Jangan Datang ke Bukit Asmara Situk’ mungkin menjadi pro kontra, akan terjadi kontra jika tulisan ini tidak dibaca dengan lengkap hingga bagian akhir.

Nah pertama kali saya ingin membahas kata “jangan” yang selama ini menjadi lawan secara psikologi, dimana seseorang terutama anak-anak akan melawan kata jangan. Contoh: seorang Ibu berkata “kamu jangan buka lemari itu ya nak!” kepada anaknya. Kemudian dalam benak si anak akan timbul rasa penasaran yang begitu membara, kenapa si anak tidak boleh buka lemari itu. Ada apa di dalam lemari?, hingga akhirnya rasa penasaran semakin menguat. Akhirnya perintah “jangan buka lemari” justru ia lawan, dan ia membuka lemari tersebut.
Mungkin ini salah satu alasan saya menuliskan judul menggunakan kata “Jangan”, harapannya akan dilawan oleh pembaca sehingga berdatangan para pembaca ke Bukit Asmara Situk.

Bukit Asmara Situk itu apa ?

Bukit Asmara Situk ya bukit biasa layaknya bukit-bukit yang lainnya di Nusantara. Bukit yang diberikan Tuhan untuk dimanfaatkan secara baik agar lebih memiliki nilai/manfaat. Warga kampung kami memanfaatkan bukit tersebut sebagai salah satu tempat wisata yang bisa menarik banyak pengunjung hingga berdampak baik untuk masyarakat setempat, perputaran ekonomi sedikit terbantu dengan adanya obyek wisata tersebut.

Ada apa saja di Bukit Asmara Situk ?

Banyak banget, kalau dituliskan di sini bakalan penuh dan sepertinya tidak cukup. Pun juga nanti jadi males baca, misal saya tulis; ada rumput, ada tapak sendal, ada ikat rambut jatuh, ada karet bekas nasi rames, dll. Nah kan kalau ditulis semua bikin bosen. Solusi biar ga bosen ya dengan cara datang langsung ke Bukit Asmara Situk, serius deh, buktikan !

Bukit Asmara Situk, Kalilunjar