Review Kafe Serabine.co

Yuk share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Sebagai permulaan, ini semacam teaser. Cek ombak, apakah menu Serabi diminati oleh masyarakat Banjarnegara, khususnya.” Ujar Mas Galih, owner Serabine, saat sharing tentang jajanan tradisional serabi yang menjadi menu utama di Kafe Serabine.co.

Dan ternyata, Kafe ini tergolong ramai pengunjung. Kami sudah membuktikannya Sabtu (07/10) lalu bersama @Vinslog. Tidak hanya anak muda saja yang datang dan pergi silih berganti. Terlihat beberapa orang tua yang datang bersama keluarganya. Mbak Herni, misalnya. Perempuan yang saat ini aktif bekerja di Politeknik Banjarnegara mengaku, sudah dua kali ke Serabine. Menurutnya, Kafe ini cukup nyaman dan asyik buat family time bareng suami dan kedua anaknya.

DISKUSI BARENG OWNER
Sharing bareng owner Serabine.co, Mas Galih.

Sama halnya dengan kami. Kesan pertama datang ke Kafe Serabine, tempat ini sukses membuat kami betah berlama-lama di sini. Bagaimana tidak, masuk ruang utama saja, mata dimanjakan oleh dekorasi ruang a la vintage yang menyenangkan. Pun dengan tata ruangnya, minimalis dan rapih.

Nah, berikut beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang Kafe Serabine.co.

Tempat

Nampak dari depan, Kafe ini terlihat kecil. Dan itu betul. Maka dari itu, buat kamu yang belum tahu persis lokasi Kafe ini, ada baiknya tidak menambah kecepatan laju kendaraan ketika melewati di Jl. Selamanik. Dari jalan raya, Kafe ini tidak begitu jelas karena menjorok ke dalam. Tepatnya di belakang Balai Budaya, kamu dapat menghentikan kendaraan di sini.

Kamu bisa parkir tepat di halaman Kafe yang tidak begitu luas. Mungkin baru bisa untuk parkir 15 sepeda motor. Semisal kamu mengendarai mobil, parkirnya agak ke luar dari zona parkir. Terpenting tidak parkir di bahu jalan karena depan Kafe ini adalah jalan raya.

Masuk lah lewat tangga yang ada di samping kanan Kafe. Jika Kafe tidak terlalu ramai, berhentilah sejenak. Ada mural yang cantik di dinding dekat anak tangga. Yaa…siapa tahu pingin foto di sini, boleh banget. Kafe Serabine ada di lantai dua.

Tema atau Konsep

Masuk ruang utama, kamu akan disuguhi foto, cover buku, yang menempel di dinding. Kursi dan meja kayu yang menempel dengan dinding sebelah kiri, menjadi pilihan tempat duduk yang cukup asyik karena dapat melihat pemandangan luar langsung dari jendela. Btw, jendelanya juga lucu. Ada gambar-gambar yang menempel di situ.

Kafe ini punya konsep “Cafe Library“, sebuah kafe yang tidak hanya menyediakan menu makanan, namun ada pilihan menu lain berupa buku.

Masih di ruang utama yang mana ruang ini adalah ruang bebas asap rokok, no smoking area. Di sini lah perpustakaan itu berdiri. Ratusan buku dengan berbagai genre bisa dibaca di tempat tanpa membayar.

“Aku tuh pingin, semua orang yang berkunjung ke sini betah. Karena menu utama kami tidak terlalu berat, menurutku cocok jika dipadukan dengan buku sebagai teman makan.” Ujar Mas Galih sambil mengarahkan pandangan kami ke rak buku.

Konsep yang menarik, bukan?

A post shared by Ella Fitria (@ellafitria20) on

Melangkah beberapa jengkal melewati meja kasir, terdapat satu ruang lagi. Bisa dibilang, ini ruang terbuka. Ruang khusus bagi pengunjung yang ingin menyalurkan hasrat merokok atau ingin menikmati udara lebih, bonus pemandangan lanskap sungai serayu dan hijaunya pepohonan di sekitar Kafe.

Menu dan Harga

Seperti namanya, Kafe Serabine menawarkan menu utama Serabi. Jajanan tradisional ini telah dimodifikasi oleh pemiliknya yang sekaligus merangkap sebagai chef. Adalah Mbak Sarah. Dia punya ide membuat Kafe dengan menu utama serabi setelah mencicipi aneka serabi yang dijajankan di kota lain saat traveling dengan Mas Galih, suaminya.

A post shared by mbak may (@triimeii) on

Mereka pelan-pelan mengenalkan serabi hasil modif mereka di Kafe Serabine. Di sini kami sempat mencicipi serabi original dan serabi dengan beragam topping sesuai pesanan masing-masing. Dan memang rasanya memang juara. Lain dari serabi pada umumnya. Pun dengan penyajiannya. Serabine punya khas, tekstur tetap lembut, hanya saja sedikit cekung dan berkerak karena untuk memudahkan pengisian topping.

Selain serabi yang disajikan sampai 70 varian, ada juga menu makanan seperti nasi goreng, dan mie. Untuk minuman, tersedia Kopi, Teh, Cokelat, yang telah dimodif juga. Caramel Signature Chocolate, misalnya. Karamel dengan sedikit cokelat yang kental dan segar. Buat kamu yang masih perlu camilan, di sini menyediakan aneka camilan juga.

A post shared by Ira Damayanti (@dhamayra_) on

Lalu, bagaimana dengan harga?

Kamu boleh koprol di Kafe ini karena harga Serabi, Makanan, Camilan, dan Minuman, cukup terhangkau. Serabi mulai dibanderol dengan harga Rp 2.000 sampai Rp 7.500. Yang di atas harga yaitu Minuman. Mulai dari Rp 7.500 sampai Rp 14.500. Di atas, tapi masih terjangkau.

Pelayanan

Meja kasir yang posisinya menyatu dengan ruang utama cukup memudahkan pengunjung untuk menambah atau mengganti pesanan. Jika kamu tidak mendapat salam sala dari waiters yang cantik-cantik, tidak perlu marah, ya. Kamu bisa langsung memilih tempat duduk. (Lagi), jika waiters tidak juga menghampiri kamu untuk mengantar menu, kamu bisa langsung ke kasir untuk mendapat daftar menu.

Kalau tidak salah, di sini ada tiga waiters. Agaknya mereka kurang memperhatikan pengunjung yang baru datang. Kurang cek-ricek tempat duduk juga. Sesekali menjadi pengunjung yang mandiri, ya. 😀

Fasilitas

Kamu pingin fasilitas yang seperti apa? Tempat duduk untuk balita? Kafe ini belum menyediakan. Toilet? Ada, satu. Di belakang rak buku atau di ruang utama. Mushola? Belum ada. Tapi kamu bisa ikut ibadah di mushola keluarga yang berada di lantai bawah. Wastafel? Belum ada. Kalau pingin cuci-cuci, langsung ke toilet saja. 😉

Pelan-pelan, pihak Serabine akan menambah fasilitas umum dan penunjang untuk para pengunjung. Seperti perluasan tempat parkir dan ruang terbuka.

Overall

Kafe Serabine berdiri tangal 18 Agustus 2017. Usia Kafe ini memang belum lama. Makanya, pemilik Kafe terus berinovasi, dan berbenah untuk meningkatkan kualitas baik dari sisi menu maupun pelayanan.

Secara keseluruhan, tim Serabine cukup memberi kepuasan kepada pengunjung yang datang. Tempat, harga dan menu yang manarik, semoga dapat dipertahankan dan diinovasikan.

Namanya usaha memang harus dengan uji coba terlebih dahulu. Sebulan telah berlalu, peminat serabi makin banyak. Semoga kedepannya selu ada inovasi dan pembaharuan. Baik untuk menu, pelayanan, maupun tempat.

TIM SERABINE
Tim njajan: Mei, Idah, Serabine, Ella, Ira, Jeim, Rois, Huda, dan Imam.

Kafe Serabine, rekkmendasi buat kamu untuk sekadar me time, quality time, atau ngedate sama pasangan. *mohon maaf yang belum punya pasangan, silakan gebet Vinslog. 😀 Terima kasih buat @serabine.co sudah mengundang kami. Terima kasih buat @vinslog yang sudah mengajak kami njajan. Next time event, kabari!

Serabine.co

Jl. Selamanik (Belakang Balai Budaya Banjarnegara)

Open Time: Selasa-Minggu (11.00-22.00)

Delivery Order: 083116248084

Website: www.serabine.co

Baca juga blog post Serabine:

5 Replies to “Review Kafe Serabine.co”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *