Hadiah Akhir Tahun, Famtrip Banjarnegara

Yuk share!
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Tanggal 10-12 November 2017, aku mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Famtrip blogger dan media yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Sebuah keberuntungan bisa bergabung dengan blogger dari berbagai daerah. Aku bersama 35 peserta yang terdiri dari blogger, jurnalis, dan fotografer bersiap mengexplore potensi wisata Kabupaten Banjarnegara.

Hari pertama, Jumat 10 November 2017
1. The Pikas Adventure

Peserta Famtrip Banjarnegara, @bajalananblog

Hari pertama kegiatan Famtrip blogger dan media dimulai dengan acara rafting di The Pikas Bannyu Woong Adventure yang terletak di Desa Kutayasa, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Letaknya tidak begitu jauh dari alun-alun Banjarnegara, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai di bascamp The Pikas.

FYI, Pikas adalah akronim dari Pinggir Kali Serayu. The Pikas Bannyu Woong Adventure merupakan tempat rekomendasi terbaik untuk kegiatan rafting dan arung jeram di Banjarnegara. Biaya rafting mulai dari Rp. 150 ribu/orang – Rp. 350 ribu/orang.

Tapi berhubung cuaca saat itu kurang mendukung dan air sungai terlalu deras, kami memutuskan untuk tidak melakukan rafting sesuai rencana. Ini semua demi keselamatan, meskipun gagal rafting kami tidak terlalu kecewa kok. Karena kami diizinkan untuk bermain air di pinggiran sungai serayu dan berkeliling di area The Pikas Bannyu Woong Adventure yang merupakan wisata petualangan.

Ada apa saja di The Pikas?

Di The Pikas terdapat Resto, Cottage/penginapan, Camping ground, Outbound, Rafting, Jeep tour, Paint ball, dan Panahan. Pokoknya wisata petualangan yang lengkap banget deh. Cukup kesatu tempat, bisa merasakan banyak wahana petualangan.

Setelah puas berkeliling The Pikas Bannyu Woong Adventure, kami kembali menuju hotel Surya Yudha untuk persiapan kegiatan selanjutnya.

2. Pengukuhan GenPi Banyumasan

Pengukuhan GenPI Banyumasan

Tepat pukul 19.00 Wib, seluruh peserta Famtrip berkumpul di Bale Apung Surya Yudha untuk menyaksikan pengukuhan GenPI Banyumasan.

GenPI? Apaan sih?

GenPI adalah Generasi Pesona Indonesia. Sebuah komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia. GenPI merupakan pengejawantahan dari program promosi wisata “go digital” yang tengah gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia. Nah Banyumasan sendiri mencakup karsidenan Banyumas meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap.

Pengukuhan GenPI Banyumasan dihadiri oleh oleh Sekda Banjarnegara Drs. Suwarto, MSI, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dwi Suryanto, S.Sos, Msi, juga Sekjen Genpi nasional Shafig P Lontoh. Pada malam itu masing-masing perwakilan GenPI daerah karsidenan Banyumas resmi dikukuhkan.

Hari kedua, Sabtu 11 November 2017

1. Keramik Usaha Karya Klampok

Proses Pembuatan Cangkir @rizkichuk

Setelah sarapan pagi usai, kami bersiap menuju sebelah barat daya kota Banjarnegara, tepatnya ke sentral keramik Klampok. Keramik Usaha Karya ini dirintis sejak tahun 1969. Beruntung rombongan famtrip dipersilahkan untuk melihat proses pembuatan berbagai macam keramik. Mulai dari gerabah yang terbuat dari keramik, kursi, hingga gucci. Pemasaran keramik ini mencakup skala nasional (Tegal, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, dll), maupun skala internasional (kawasan Asia, Arab, Eropa dan Amerika). Luar biasa bukan? Keramik Usaha Karya mampu menghasilkan omset 200jt/bulan loh, dengan 600an pengrajin.

Ciri khas keramik Usaha Karya ini cenderung berwarna gelap, glossy, memiliki ukiran tegas, dan berlubang di dinding gucci. Keunggulan dari keramik usaha karya adalah ketahanan keramik yang tidak mudah retak atau pecah, meski dikirim ke negara yang bersuhu minus sekalipun keramik buatan usaha karya tetap kuat karena proses pengendapan bahan dan proses pembakaran dengan suhu tinggi dalam waktu 15 jam. Selain kekuatan keramik, desain yang dihasilkan terbilang unik, karena pengrajin keramik mengkombinasikan ciri khas yang dimiliki keramik usaha karya dengan ciri khas budaya tempat tinggal si pemesan.

Nah, jika kalian berkunjung ke sentra keramik Klampok usaha karya ini, kalian juga bisa belajar membuat kerajinan keramik loh.

2. Batik Gumelem, Susukan

Proses Pembutan Batik Gumelem

Di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan terdapat sentra kerajinan batik. Inilah kenapa dikenal dengan nama Batik Gumelem. Desa ini berjarak sekitar 35 KM ke arah barat daya dari ibukota Kabupaten Banjarnegara. Di sini terdapat puluhan industri rumahan pembuatan batik. Batik Gumelem memiliki corak khas yaitu rujak senthe dan udan liris. Ciri khas lainnya dari Batik Gumelem adalah warnanya yang didominasi oleh warna hitam, coklat, dan kuning.

Lagi-lagi kami dipersilahkan melihat pembutan batik Gumelem. Mulai dari membuat pola di kain polos, lalu dibatik menggunakan malam, hingga akhirnya proses pewarnaan. Butuh dua hari untuk menyelesaikan satu kain batik.
Harga batik Gumelem sangat bervariatif, mulai dari 90ribuan batik cap, dan 200 ribuan batik tulis.

Uniknya, kemarin kami sempat berkunjung ke salah satu SMP di Sususkan. Mereka sedang sibuk membatik, anak-anak SMP di sana sudah dibekali keterampilan membatik. Harapannya supaya ada regenerasi pembatik.

3. Desa Pagak, Klampok

Musik Gumbeng Desa Pagak

Tujuan kami selanjut yaitu desa Pagak. Bus berhenti perlahan di balai desa Pagak, kami pun turun menuju pendopo. Dari kejauhan pendopo sudah terlihat ramai. Ternyata ada pertunjukan musik Gumbeng. Gumbeng merupakan alat musik yang terbuat dari bambu. Dulu, alat musik ini digunakan petani desa Pagak sebagai hiburan semata. Tetapi seiring berjalannya waktu, alat musik Gumbeng dijadikan sebagai sarana tolak bala dan wujud syukur para petani desa Pagak. Biasanya musik Gumbeng dimainkan pada saat upacara adat, baik yang berhubungan dengan pertanian, permintaan hujan atau tolak bala.

Hari Ketiga, Minggu 12 November 2017

1. D’Qiano Waterpark Hotspring Dieng

D’Qiano Waterpark Hot Spring

Hari ketiga kami menikmati pesona Dieng, bermalam di D’Qiano waterpark hotspring. Kabarnya penginapan ini terdapat kolam renang tertinggi di Indonesia dengan sumber mata air panas. D’Qiano Waterpark Hotspring terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah. Mata airnya berasal dari kawah Sileri yang berada berdampingan dengan waterpark ini.

Tiket Masuk D’Qiano Waterpark Hotspring Rp 25 ribu. Buka mulai jam 8 pagi sampai 5 sore.
D’Qiano Waterpark Hotspring memiliki lima kolam utama yaitu: kolam permainan, kolam semi olimpic, dan kolam refleksi.
Beberapa teman rombongan famtrip berendam di kolam semi olimpic dari jam 9 malam hingga jam 11 malam. Berendam di dalam air panas dengan suhu udara Dieng yang sangat dingin membuat badan benar-benar rileks. Tidur pun menjadi nyenyak. 🙂

2. Bukit Scotter, Dieng

Keseruan d Bukit Scotter, Dieng

Bukit Scotter teretak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lebih tepatnya berada di sebelah utara obyek wisata kompleks Candi Arjuna. Bukit Scotter ini berada di ketinggian kurang lebih 2.200 mdpl.

Tiket masuk bukit Scotter hanya lima ribu rupiah, kami bisa menikmati Dieng dengan spot terbaik dari atas bukit. Pukul 05.20 rombongan famtrip mulai tracking menuju bukit Scotter, sekitar 30 menit melakukan tracking kami tiba di bukit ini. Sayang sekali, kami tidak bisa menikmati sunrise sesuai rencana, karena kami tracking terlalu siang. Yah walaupun tidak bisa melihat matahari terbit, kami tidak kecewa karena view dari bukit Scotter ini sangat indah. Dari atas bukit kami bisa melihat hamparan pertanian kubis, kentang, kacang, lalu nampak pemandangan gunung yang berdiri dengan kokohnya seperti Gunung Sindoro dan Gunung Prau, juga ada telaga, kawah dan candi Arjuna terlihat dari atas sini. Pemandangan ini yang membuat Dataran Tinggi Dieng dikenal dengan “Negeri Atas Awan”.

3. Bermain Kayak di Telaga Merdada, Dieng

Bermain Kayak di Telaga Merdada, Dieng @rizkichuk

Tempat kunjungan selanjutnya adalah telaga Merdada. Negeri atas awan tidak hanya menyuguhkan pemandangan perbukitan dan kawah saja. Rombongan famtrip terpesona dengan keindahan telaga Merdada ini. Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dari Dieng menuju telaga ini hanya membutuhkan waktu tempuh 10 menit. Luas telaga Merdada sekitar 25 hektare.

Bersyukur kami bisa memanjakan mata dan merasakan sensasi udara dingin berkabut disini. Hamparan air yang hijau menjadi pemandangan unik karena telaga ini ternyata tidak memiliki sumber mata air seperti telaga pada umumnya, telaga ini hanya menampung air hujan. Otomatis jika musim kemarau airnya menyusut. Selain menikmati keindahan telaga Merdada ini, kami mencoba menguji adrenaline dengan bermain perahu kayak di telaga terluas di dataran tinggi Dieng.

Kayak adalah sebuah perahu kecil bertenaga manusia, bagian depan dan belakang kayak biasanya tertutup, sehingga hanya menyisakan lubang seukuran awak.

Sewa perahu kayak single hanya Rp. 25 ribu/30 menit, ada juga perahu kayak double Rp. 50 ribu/30 menit. Dengan mendapatkan fasilitas helm dan pelampung. Telaga ini dihiasi oleh bukit-bukit kecil, sesekali angin bertiup lambat seperti sedang menyapa keberadaan kami, terlihat pula beberapa orang sedang memancing ikan di pinggir telaga membuat suasana semakin ramai, pepohoan rindang tak kalah menarik perhatian kami. Ini kali pertama aku naik perahu kayak di telaga Merdada, mencoba dengan penuh penasaran. Jantungku berdenyut lebih cepat dari biasanya. Bayanganku gimana jika tiba-tiba perahu kayak terbalik, lalu aku terjungkal masuk ke dalam air. Duuh, meskipun udah pakai helm dan pelampung tapi kebayang air telaga yang sangat dingin.

Nyatanya kekhawatiranku tidak terbukti, ketika aku menginjakan kaki pertama kali di perahu kayak lalu mengambil posisi duduk yang diinstruksikan oleh instruktur, rasa takut dan deg-degan perahu kayak bakal terbalik hilang seketika. Rasanya badan ini otomatis menyesuaikan keseimbangan di perahu kayak.
Kalau kalian ingin mencoba bermain perahu kayak bisa langsung menghubungi Pak Irham 081225940377.

4. Candi Arjuna, Dieng

Candi Arjuna @lorolima.id

Candi ini seakan menjadi icon wisata Dieng. Sayang sekali, ketika rombongan famtrip tiba di parkiran candi Arjuna. Hujan turun sangat deras, alhasil hanya beberapa orang yang tetap nekat turun dari bus. Kebetulan aku tidak ikut turun, jadi aku tidak mengulas candi lebih dalam. Hehe *alasan*

Itulah kegaiatan famtrip selama tiga hari, dua malam. Terima kasih untuk semua peserta famtrip yang datang dari luar kota Banjarnegara. Tidak lupa, terima kasih juga kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Banjanegara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga tahun ini mendapat kesempatan ikut famtrip lagi. *eh

12 Replies to “Hadiah Akhir Tahun, Famtrip Banjarnegara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *